Kanopi Pasar Ploso Roboh, DPRD Jombang Dorong Audit Teknis dan Penyelidikan Menyeluruh

Foto : Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang, Ama Siswanto, dan Kondisi Kanopi Pasar Ploso yang ambruk.

Jombang, JejakJurnalis.co.id – Insiden ambruknya kanopi di Pasar Ploso yang belum lama direhabilitasi menuai sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Jombang. Peristiwa yang terjadi pada Rabu dini hari (18/3/2026) itu mendorong legislatif meminta dilakukannya audit teknis independen guna mengungkap kualitas pekerjaan proyek senilai Rp3,9 miliar tersebut.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang, Ama Siswanto, menilai kejadian ini mencerminkan adanya persoalan serius dalam proses pembangunan. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran spesifikasi maupun kelalaian dalam pelaksanaan proyek.

Bacaan Lainnya

“Bangunan yang belum lama dipakai sudah roboh, ini bukan hal sepele. Harus ada pemeriksaan menyeluruh agar jelas di mana letak kesalahannya,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Proyek revitalisasi Pasar Ploso sendiri dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov Jawa Timur tahun 2025. Dengan nilai anggaran yang cukup besar, DPRD menilai hasil pekerjaan kontraktor, CV Panama asal Sampang, tidak memenuhi ekspektasi dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Ama juga menyoroti peran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang yang dinilai kurang maksimal dalam mengawasi proyek. Ia mendorong adanya evaluasi terhadap instansi tersebut, terutama dalam menangani pembangunan fisik yang membutuhkan pengawasan teknis ketat.

Menurutnya, ke depan proyek infrastruktur sebaiknya ditangani oleh dinas yang memiliki kompetensi khusus di bidang konstruksi agar hasilnya lebih terjamin.
Ia juga menyinggung pengalaman revitalisasi Pasar Perak yang dinilai kurang berhasil dalam menghidupkan aktivitas ekonomi, sebagai contoh perlunya perbaikan perencanaan ke depan.

Berdasarkan laporan, kanopi sepanjang sekitar 15 meter runtuh dari bagian tengah sebelum menjalar ke sisi utara sekitar pukul 01.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena kondisi pasar masih sepi, namun reruntuhan sempat mengenai kabel listrik dan dua sepeda motor.

“Untung terjadi saat dini hari. Kalau saat pasar ramai, dampaknya bisa jauh lebih fatal,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Disdagrin Jombang, Purwanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Inspektorat serta kontraktor untuk segera melakukan penanganan di lokasi.

Karena proyek masih dalam masa pemeliharaan, seluruh perbaikan menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. Meski begitu, Disdagrin mengakui adanya potensi risiko di bagian lain bangunan.

“Kami akan lakukan pengecekan menyeluruh, terutama di sisi selatan, untuk memastikan keamanan struktur dan mencegah kejadian serupa,” jelas Purwanto.(Red)

 

Editor : Ade

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *