Surabaya, Jejakjurnalis.co.id – Seorang pengamen dilaporkan tewas setelah tercebur ke Sungai Kali Jagir, Surabaya, pada Minggu (24/8/2025). Insiden itu terjadi ketika korban berusaha melarikan diri dari kejaran petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang tengah melakukan penertiban.
Peristiwa tersebut memicu keprihatinan sejumlah pihak, termasuk aktivis sosial di Surabaya. Diana, pentolan komunitas Arek Suroboyo Bergerak (ASB), menilai kejadian ini sebagai tamparan keras bagi pemerintah kota, khususnya Satpol PP, untuk mengevaluasi pola penertiban yang selama ini dilakukan.
“Saya sangat prihatin dengan adanya pengamen yang meninggal karena lompat ke sungai gara-gara ketakutan dengan tindakan Satpol PP. Kalau begini, siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa warga negara Indonesia ini?” ujar Diana, Senin (25/8/2025).
Menurutnya, tindakan aparat Satpol PP kerap kali menimbulkan keresahan di masyarakat. Alih-alih menegakkan peraturan daerah, cara-cara yang digunakan justru dinilai arogan dan memicu konflik dengan warga.
“Seharusnya Satpol PP bisa membantu menjaga aturan daerah, bukan malah menjadi musuh masyarakat. Saya pribadi menilai Surabaya tidak memerlukan Satpol PP kalau pola kerjanya masih seperti ini,” tambahnya.
Diana juga menyinggung pasal 34 UUD 1945 yang menegaskan kewajiban negara dalam memelihara fakir miskin dan anak terlantar, serta mengembangkan sistem jaminan sosial bagi masyarakat yang lemah dan tidak mampu.
“Tindakan Satpol PP ini jelas bertolak belakang dengan amanat konstitusi. Wali Kota harus segera mengambil sikap tegas. Pak Eri (Cahyadi) harus bertanggung jawab, jangan sampai ada pembenaran dalam tragedi ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendesak agar anggota Satpol PP yang sudah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mampu menunjukkan sikap lebih profesional dan intelektual dalam menjalankan tugas penegakan perda.
“Satpol PP harus berbenah. Penindakan tidak boleh terkesan arogan, supaya ke depan tidak ada lagi korban jiwa,” pungkas Diana.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari lapangan, memang dibenarkan bahwa korban tewas setelah melompat ke sungai karena berusaha menghindar dari kejaran petugas Satpol PP yang sedang melaksanakan penertiban.
Editor : Canda






